KKP akan Revitalisasi Tambak Pantura, Bisa Bawa Ikan Air Tawar RI Mendunia

15 jam yang lalu 6
ARTICLE AD BOX
 ShutterstockIlustrasi ikan nila. Foto: Shutterstock

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong produk tilapia atau ikan air tawar seperti nila dan mujair Indonesia menembus pasar global. Upaya tersebut diwujudkan melalui program revitalisasi tambak Pantura Jawa Barat yang diproyeksikan menjadi motor penggerak budidaya tilapia berkelanjutan.

“Kita ingin tilapia Indonesia hadir di pasar global bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Oleh karena itu, aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga branding akan terus kita dorong bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/8).

Sebagai upaya mendorong peningkatkan produksi sekaligus perluasan pasar tilapia, KKP turut mendukung pelaksanaan Outlook Tilapia Indonesia 2025 bertemakan 'Budidaya Ramah Lingkungan & Hilirisasi Tilapia Perluas Pasar Global' di Kantor KKP, Kamis 28 Agustus.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kemenko Pangan, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, serta pemerintah daerah, dengan fokus membahas langkah strategis di antaranya program revitalisasi tambak Pantura, penerapan budidaya ramah lingkungan, peningkatan mutu induk dan benih, sertifikasi, penguatan branding, hingga stabilisasi harga hasil panen.

Tebe mengungkapkan terdapat sekitar 78.550 hektare tambak idle lebih dari 30 tahun yang masih dikelola secara tradisional tanpa tandon dan IPAL, dengan produktivitas rendah (rata-rata 0,6 ton/ha/tahun). Melalui revitalisasi, KKP menargetkan pengelolaan 20.000 hektare tambak modern dengan konsep integrasi dan keberlanjutan, mencakup pembangunan tandon, IPAL, re...

Baca Selengkapnya