Rais Aam PBNU Serukan Perdamaian Imbas Tragedi Affan Kurniawan: Semua Tahan Diri

1 jam yang lalu 5
ARTICLE AD BOX
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memberikan sambutan pada Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenRais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memberikan sambutan pada Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, meminta semua pihak menahan diri. Selain itu, ia menyerukan perdamaian dan mengimbau aparat mengedepankan dialog dalam mengamankan aksi unjuk rasa.

Hal ini disampaikan Miftachul merespons kasus tewasnya, Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang dilindas mobil rantis Brimob saat insiden demo ricuh pada Kamis (28/8) malam.

"Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak," kata dia, dikutip dari Antara, Jumat (29/8).

KH Miftachul menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga Affan Kurniawan.

"Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran," ujarnya.

Sejumlah kerabat berdoa saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTOSejumlah kerabat berdoa saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Menurut dia, menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional warga negara dan harus dihormati oleh siapa pun.

Namun, dia meminta masyaraka...

Baca Selengkapnya