Pokdakan Balai Mina Banyuasin Terapkan Teknologi Bioflok untuk Budidaya Lele

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
 IstimewaKelompok Pokdakan Balai Mina, Kabupaten Banyuasin, menggelar pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem Low External Input Sustainable Aquaculture (LEISA). Foto : Istimewa

Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Balai Mina, Kabupaten Banyuasin, menggelar pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem Low External Input Sustainable Aquaculture (LEISA) berbasis teknologi bioflok. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Pokdakan dan pelaku usaha perikanan setempat dengan dukungan Tim Pengabdian Politeknik Negeri Sriwijaya yang diketuai Raudhatus Sa’adah.

Teknologi bioflok dikenal ramah lingkungan karena memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik di kolam menjadi pakan alami. Sistem ini mampu menekan penggunaan pakan buatan, menjaga kualitas air, sekaligus meningkatkan hasil panen.

Ketua Pokdakan Balai Mina, Suntoro, menegaskan bahwa penerapan bioflok selaras dengan prinsip perikanan berkelanjutan.

“Kami berharap para pembudidaya tidak hanya mengejar produksi tinggi, tetapi juga efisien dalam penggunaan sumber daya dan tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.

Materi pelatihan meliputi teori dan praktik, mulai dari persiapan kolam bioflok, pembuatan inokulan bakteri probiotik, manajemen kualitas air, hingga pemberian pakan. Narasumber Wihandoko, dari Balai Budidaya Perikanan Air Tawar Jambi, menyampaikan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan kepadatan tebar ikan lele hingga 2–3 kali lipat dibandingkan metode konvensional.

Tak hanya fokus pada teknis budidaya, peserta juga dibekali keterampilan manajemen keuangan. Materi ini mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, perhitungan biaya produksi, analisis keuntungan, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.

Instr...

Baca Selengkapnya