ARTICLE AD BOX

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan program bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak diberikan kepada masyarakat yang terlibat judi online (judol) dan kegiatan terorisme.
"Kami pastikan bagi oknum masyarakat yang terlibat judi online dan radikal terorisme tidak boleh menerima bantuan pangan ini. Itu sudah ada aturannya," ujar Rizal usai menyalurkan bantuan pangan beras di Kabupaten Tangerang, dikutip dari Antara, Sabtu (2/8).
Rizal menjelaskan untuk memastikan penyaluran bantuan pangan ini tepat sasaran, pihaknya telah memiliki data akurat terhadap kelompok-kelompok yang masuk dalam kategori tidak layak sebagai penerima manfaat tersebut.
Selain itu, Bulog juga telah menggunakan sistem aplikasi khusus untuk melakukan penyaluran bantuan pangan itu. Di mana, sebagai penerima, masing-masing akan memiliki kode (barcode) yang bisa dipindai dan data penerima dicocokkan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Jadi bila masyarakat yang sudah memiliki barcode dan masuk data penerima manfaat itu, artinya sudah aman. Jadi sudah clear (aman)," ujar Rizal.
